kurnia on April 25th, 2009

Tak terasa, keceriaan di UNS Blogfest 0.9 yang dilaksanakan tanggal 22 April kemaren, telah menorehkan secarah baru di dunia blog di UNS. Untuk pertama kalinya dalam sejarah UNS, 500 blogger berkumpul dalam sebuah event. Sebuah acara yang telah sukses dilaksanakan oleh para pejuang Webomatrics UNS. Salut untuk teman-teman semua!!!

Dan era baru blog di kampus UNS telah datang. Sudah saatnya semua element yang ada di UNS ini mulai mencurahkan pikirannya untuk kampus tercinta ini. Baik dalam hal akamdemis maupun dalam bidang keseharian. Dosen dengan segala aktifitas KBM-nya, riset dan penelitian yang dilakukan dan pengalaman-pengalaman lain yang tentu akan menarik jika ikut diceritakan dalam blog masing-masing. Mahasiswa, bisa dengan kuliah-kuliah yang yang diikuti, organisasasi-organisasi kampus sampai dengan keseharian di kampus tercinta. Agh, rasanya bakal lebih banyak cerita yang akan menghiasi di kampus ini nantinya. Ingat kan? Aku ngeblog, maka aku ada, UNS mendunia.

Warna-warna itulah yang nantinya akan mempercepat pertumbuhan-pertumbuhan positif yang ada di kampus ini. Tidak semata-mata soal peringkat tentunya. Tapi juga kepahaman semua civitas dalam memanfaatkan media online ini untuk mendukung aktifitas kampus. Gaya perkuliahan nantinya juga secara perlahan akan mulai berubah. Karena interaksi mahasiswa dan dosen tidak lagi terbatas hanya dalam kelas, tapi juga dalam ruang online yang bernama blog ini. Diskusi-diskusi akan bermunculan di sana. Tinggal kita sendiri yang memutuskan 🙂

Berbagai pengalaman dari semua kalangan akan muncul, dan dari situlah pembelajaran plus akan didapatkan. Dosen bisa belajar dari pengalaman dosen lain, mahasiswa bisa belajar dari mahasiswa yang lain. Wagh, rasanya bakal indah warna-warni cerita di kampus ini nantinya. Jadi tunggu apa lagi?

kurnia on March 7th, 2009

UNS adalah sebuah universitas yang terletak di Surakarta yang diresmikan 11 maret 1976. UNS pada awalnya adalah penggabungan 5 perguruan tinggi di Surakarta yang mempunyai visi untuk memajukan kualitas pendidikan di Surakarta. Pembangunan secara fisik dimulai pada tahun 1980 di bawah pimpinan dr. Prakosa. Kampus yang semula terletak di beberapa tempat mulai disatukan disatu tempat di daerah Kentingan -tepi sungai Bengawan, dengan cakupan area sekitar 60 hektar. Di daerah Kentingan inilah, pembangunan tahap pertama selesai pada tahun 1985. Itulah sedikit sejarah singkat tentang UNS, yang selengkapnya bisa dibaca di sini.

Dan bulan ini, UNS genap berumur 33 tahun. Usia yang sudah cukup untuk mulai diperhitungkan. Perjalanan UNS selama 33 tahun tersebut tentunya sudah melewati banyak lika-liku. Perubahan visi juga telah dirubah beberapa kali, sampai akhirnya UNS menetapkan visinya untuk menjadi “World Class University“. Sebuah capaian yang tak bisa diremehkan. Sebuah target yang nantinya akan memaksa semua elemen yang ada di UNS untuk mulai bergerak dan maju. Banyak hal yang harus dikerjakan oleh UNS untuk menuju target besar tsb. Beberapa tolak ukur pun telah diputuskan agar ada parameter dalam melaksanakan usaha menuju World Class University

Jika dilllihat dari pidato Bapak Rektor yang nantinya akan disampaikan dalam acara ceremony dies, webomtrik ternyata telah menjadi salah satu point penting dalam pencapaian WCU tsb. Terang saja, dari mulai 4000 sekian, sekarang sudah menjadi 2000 sekian. Sebuah lonjakan yang tak bisa disepelekan. Salut buat pak Tanto dan Barisan Tim Webomatrik yang sudah banyak bekerja keras untuk memperolah hasil tsb.

Tapi….
Sayang sungguh disayang, ada satu hal yang ternyata juga baru aku sadari pagi ini. Dimana info dies UNS??? Kok malah di web resmi UNS terkesan tidak memberikan info EVENT Besar ini. Justru web yang belum dikenal oleh khalayak civitas UNS menampilkan info agenda besar DIES. Apakah ini tidak salah? Jadi bagaimana orang akan tahu event apa saja yang akan ada di UNS sedang di web utamanya saja tidak menampilkan info agenda Dies UNS ke-33 ini. Aneh sungguh aneh.

Hanya ada beberapa berita yang sempat muncul di web utama UNS. Tentang Seminar Nasional Kimia dan Pendidikan Kimia 2009 yang diadakan oleh Program Studi PMIPA UNS dan juga Seminar Nasional Pendidikan Kewarganegaraan. Info lain tidak ditemukan sama sekali. Alhamdulillahnya ada news.uns.ac.id yang banyak mempublikasikan soal agenda dies. Yagh, semoga saja… ke depan web UNS lebih informatif dan tidak kalah dengan web yang ada di sub domainnya.

Terkadang ada kesan, situs utama UNS kok malah digarap seadanya (doh)
Oh ya, ternyata tahun kemaren juga sama. Silahkan baca postingan mas arief di sini

Tags: , ,

kurnia on March 4th, 2009

Layanan blog staff yang bermarkaskan di staff.uns.ac.id saat ini memang menjadi wadah yang paling mudah, irit bin murah meriah buat dosen, karyawan maupun staff di lingkup uns untuk melakukan publikasi diri di internet. Tinggal daftar minta user dan password untuk login dan aktifitas blogging pun siap dimulai. Gak kebayang jaman dulu. Masih teringat dulu, Pak Arie -dosen PHP d3, punya web pribadi di mail.uns.ac.id/~arie yang lumayan rame dikunjungi mahasiswanya. Juga web mas winarno di mail.uns.ac.id/~win. Web-web itu masih buatan sendiri. Jadi tidak semua orang bisa punya media publikasi online yang semudah sekarang yang sekali dapat user, bisa nulis sesuka hati dengan cepat dan mudah.

Semua kemudahan ini tak bukan karena adanya teknologi blog. Info lebih lanjut soal blog, silahkan kunjungi blog milik mas hendri yang beralamatkan di mashendri.staff.uns.ac.id. Di blog tersebut mas Hendri banyak bercerita mengenai tips dan trick mengenai pengelolaan blog. Baik yang sifatnya standart (rutinistas) sampai dengan yang neko-beko. Maklum beliau kuliahnya di BioloGer, plesetan dari biologi oleh blogger. Mungkin mas Hendri ini satu-satunya mahasiswa biologi di UNS yang melakukan aktifitas blogging dulu (LOL). Hmmm.. sepertinya beliau kudu banyak bersyukur bisa masuk SAT dan mengenal blog lebih awal dari temen-temennya.

Kembali ke pembahasan. Layanan yang diberikan puskom guna mendongkrak peringkat webo matrik uns ini memang punya dampak yang amat sangat spektakuler. Dari level 4681 bulan Juli, bisa menjadi 2159 per Januari 2009. Sebuah loncatan yang hebat. Tentu layanan blog staff bukan satu-satunya yang menyumbang dongkrak itu, tapi menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan. Tak heran, karena semenjak layanan ini disosialisasikan tengah tahun kemaren, banyak staff yang mulai ngeblog. Bahkan beberapa dosen yang dulunya tak mau menahu dengan urusan internet, pelan tapi pasti mulai menjamah dunia internet. Salah satune kurnia (ngapusi dink).

Blog memberikan proses instant kepada penggunanya dalam mempulikasikan tulisan. Satu hal yang diperlukan hanyalah membuat tulisan itu sendiri. Proses input tulisan di blog bisa dibilang cukup mudah, semudah membuat tulisan di Ms. Word. Hanya perlu sedikit pengenalan beberapa letak panel. Satu hari Insya Allah cukup. Kurnia siap memberikan bantuan jika ada yang mengalami kesulitan dalam melakukan aktifitas blogging. Masih ingat dulu pas SAT masih di bawah (lantai 1), Pak Tanto sempat bertanya siapa yang memakai wordpress. Beliau menanyakan bagaimana memasukkan file .doc atau .ppt ke wordpress. Ya, mungkin ada sedikit kebingungan, karena memang panel wp versi 2.7 add medianya kurang mencolok. Jadi eyecatching bahasa gaulnya. Pas itulah layanan blog staff UNS mulai dirintis oleh Pak Tanto bersama team.
anekahosting.com web hosting murah terbaik di indonesia
Agen Bola Ligabet88 Promo Bonus 100% IBCBET SBOBET 368BET
Cari Uang lewat ekiosku.com
Kemudian, apakah kemudahan ini telah membantu para staff untuk mulai memanfaatkan bandwitdh UNS secara bijak?
Halah bahasane. Maksudnya, menggunakan akses internet yang ada di internet untuk suatu kemanfaatan dan tidak dibiarkan begitu saja. Padahal beberapa mahasiswa, terutama di MIPA mendampakan akses internet yang cepat dan bisa digunakan 24 jam nonstop. Hi hi hi, bener lho. Ada yang pernah nyletuk seperti itu. Masih mending sekarang hotspot sudah mulai ada di banyak titip.

Dari trafik update yang ada di blog staff sendiri, Alhamdulillah mulai tampak kemanfaatan. Banyak dosen mulai memanfaatkan blognya untuk mengupload materi kuliah, nilai dan juga cerita maupun sharing pengalaman pribadi yang bisa jadi menjadi pembelajaran nyata kepada mahasiswa didikannya. Hal ini, semakin memudahkan dosen dalam menyusun dan menyimpan materi kuliahnya. Dan mahasiswa semakin senang karena akses ke modul dosen semakin mudah, update nilai juga cepat dan konsultasi ke dosen pun semakin mudah. Semua informasi tsb sudah ada di blog dosen, konsultasipun tinggal meninggalkan komentar di blog. Besoknya dicek, sudah ada balasan dari sang dosen (jika dosen yang dimaksud sregep alias aktif online). Iklim ini mulai banyak terjadi di blog staff. Coba saja lakukan blogwalking di sana. Ada Pak Tanto, Pak Mohtar, Pak Tri, Pak Wir, Pak Tunggul, Mas Win, Mas Wawan, Mas Bayu dan masih banyak lagi dosen yang mulai memanfaatkan blog mereka untuk media pembelajaran. Bener-bener pas dan sesuai tujuan.

Tapi akah semua sudah seperti itu?
Ternyata tidak. Beberapa blog, entah milik siapa, kok rasane agak kurang pas jika bertengger di layanan blog staff ini. Bukan bermaksud mengekang kreatifitas dalam berekspresi tapi apakah kemudian semua tulisan di blog staff layak untuk ditampilkan? Tentu tidak. Ada semacam etika yang seharusnya ada di tiap pemegang blog staff. Yagh, walo semua ini juga tergantung pak Tanto dan team selaku pengembang layanan ini. Apakah mau dibebaskan ato memang ada aturan yang mau gak mau dipatuhi oleh pemegang blog staff secara tidak tertulis. Mestinya.

Salah satu hal yang minimal, sepertinya adalah soal identitas diri. Agar semuanya lebih nampak. Mosok yo masih pake mode anonym jika sudah menggunakan domain @staff.uns.ac.id. (doh) apa itu pantas? Harusnya lebih bangga kan menggunakan domain uns. Tapi kok? Ya adalah beberapa yang kurnia temukan. Hal ini juga sempat menjadi bahan diskusi kurnia dengan pak Muhtar di sela-sela kunjungan visitasi Tim penilai dari rektorat pagi tadi. Isi tulisan adalah faktor kedua yang sepertinya perlu ditinjau. Kebebasan yang bertanggung jawab. Menulis harusnya juga ingat prinsip ini. Jangan karena bebas, trus semua tulisan bisa masuk. Tapi jangan juga, trus merasa terlalu dikekang untuk melakukan kegiatan menulis. Malah gak asyik kan kalo terlalu banyak aturan? Minimalkan ada hal yang mempunyai unsur UNS, maksudnya berkaitan dengan UNS. Dalam segala hal. Tak harus melulu soal pendidikan, tapi juga hal yang lain. Misal soal teknologi, soal fasilitas, pengembangan yang ada sampai keseharian di UNS. Jangan kok trus berita-berita di koran dikopi paste trus menjadi bahan post. Gak banget. Ato juga… menulis sesuatu yang asal. Asal tulis maksudnya 😀

nb : He he he… sekedar uneg-uneg yang kemudian muncul setelah diskusi dengan beberapa dosen d3 pagi tadi

Tags: , ,

kurnia on March 2nd, 2009

Awal tahun kemarin memang menjadi awal tahun yang sungguh menggembirakan bagi Pak Tanto dan seluruh Tim Webomatric UNS yang sudah berkerja keras untuk menggarap sisi online UNS. Terhitung mulai Januari 2009, udah telah resmi naik peringkatnya ke level 2159. Sebelumnya UNS masih berada di rangking 4681 dunia pada bulan Juli 2008. Sungguh lompatan yang sangat dahsyat.

Oh ya, mungkin beberapa temen belum mengenal apa itu webomatric. Jadi tak ada salahnya kita ulas sedikit apa itu webomatric. Masalah Webomatric telah dibahas secara gamblang oleh Pak Romi Stario Wahono di blognya. Silahkan baca, judulnya “Teknik Perangkingan Universitas ala Webometrics“. Dalam tulisan beliau ini, pak romi mengawali penjelasannya dengan beberapa metode perangkingan Universitas yang ada, yaitu ARWU (Academic Ranking World University) dan menurut THES (the Times Higher Education Supplement), dan juga webomatrik yang saat ini masih terus digarap oleh UNS. Selanjutnya beliau menjelaskan mengenai beberapa faktor yang dinilai dalam webomatric. Ada 4 faktor yang menetukan, yaitu Visibility (V), Size (S), Rich Files (R) dan Scholar (Sc). Di mana dari faktor-faktor tsb, akhirnya diformulakan rumus berikut untuk menghitung perangkingannya :

Webometrics Rank = (4xV) + (2xS) + (1xR) + (1xSc)

Biar gak bingung, ini sedikit penjelasan mengenai 4 faktor tsb :
Visibility (V): Jumlah total tautan eksternal yang unik yang diterima dari situs lain (inlink), yang diperoleh dari Yahoo Search, Live Search dan Exalead. Untuk setiap mesin pencari, hasil-hasilnya dinormalisasi-logaritmik ke 1 untuk nilai tertinggi dan kemudian dikombinasikan untuk menghasilkan peringkat.

Size (S): Jumlah halaman yang ditemukan dari empat mesin pencari: Google, Yahoo, Live Search dan Exalead. Untuk setiap mesin pencari, hasil pencarian dinormalisasi-logaritmik ke 1 untuk nilai tertinggi. Untuk setiap domain, hasil maksimum dan minimum tidak diikutsertakan (excluded) dan setiap institusi diberikan sebuah peringkat menurut jumlah yang dikombinasi tersebut.

Rich Files (R): Volume file yang ada di situs Universitas dimana format file yang dinilai layak masuk di penilaian (berdasarkan uji relevansi dengan aktivitas akademis dan publikasi) adalah: Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps), Microsoft Word (.doc) dan Microsoft Powerpoint (.ppt). Data-data ini diambil menggunakan Google dan digabungkan hasil-hasilnya untuk setiap jenis berkas.

Scholar (Sc): Google Scholar menyediakan sejumlah tulisan-tulisan ilmiah (scientific paper) dan kutipan-kutipan (citation) dalam dunia akademik. Data Sc ini diambil dari Google Scholar yang menyajikan tulisan-tulisan ilmiah, laporan-laporan, dan tulisan akademis lainnya.

Nagh, trus kenapa coba UNS memilih webomatric sebagai tolak ukurnya?
Pikiran ini harusnya menjadi buah pikiran warga UNS. Ya dosen, ya karyawan, ya mahasiswanya. “Kenapa coba pak Tanto harus ngoyo, ngoyak-oyak Pak Tunggul, Mas Wawan, Mas Yudhi dan pak Sapto selaku Tim Webomatric UNS, menggenjot peringkat UNS agar bisa masuk 3000 besar di dunia. Kok kayak gak ada kerjaan lain? Wong banyak hal yang masih perlu diperbaiki di UNS. Salah satune soal akses internet yang kadang dirasa mahasiswa belum sepenuhnya merata.“. Bisa jadi ada oknum *halah* di UNS yang punya pikiran seperti itu. Ehm.. padahal (LOL).

Pertanyaan seperti ini, wajar-wajar aja dipertanyakan. Asal… jangan hanya sekedar pertanyaan, tapi jadikan pertanyaan ini mempunyai jawaban. Salah satu temen mahasiswa yang iseng-iseng saya tanya menjawab, “Yo kan UNS meh jadi World Class University mas, jadi kudu bisa bersaing di tingkat internasional donk. Bisa dibilang buat gengsi juga. Kan kalo rengkengnya tinggi, pamornya UNS juga naik mas”. Ok, jawaban ini adalah jawaban yang wajar ketika kita hanya tahu kulit luar dari webomatrik. Kita hanya tahu hasil dari webomatrik itu. Punya rangking sepuluh besar universitas indonesia yang masuk webomatrik nampaknya memang menjadi prestise tersendiri saat ini. Ngetren gtu loh. Hal ini tak lain dan tak bukan karena webometrik adalah ukuran aktifitas online di suatu universitas.

Tapi apakah cuman itu?
Tentu tidak. Ada banyak hal yang kemudian akan mengekor setelah peringkat itu di dapat. Terutama di bidang manajemen. Bisa dibayangkan kerjaan dapur yang akan ditanggung oleh UNS jika peringkat tinggi sudah di dapat. Semua manajemen online, minimal, akan segera diperbaiki. Padahal, bisa dibilang managemen internet (web, jaringan dkk) di UNS masih lemah. Di tingkat pusat (Puskom) misalnya, di bidang jaringan hanya dikelola oleh Pak Tunggul pribadi, soal web masih dikelola oleh mas Win dan mas Wawan. Padahal tahu sendiri, berapa banyak yang dikelola di UNS. Pasalnya apa? Di tingkat bawah, fakultas, semua managemen jaringan dan web belum ada team yang bertanggung jawab. Kebanyakan, hanya hit and run. Install web (mayoritas CMS), dan kemudian ditinggal dan tidak pernah tidak diurus lagi. Hal-hal macam inilah yang nantinya akan dikerjakan di dapur UNS.

Jadi, apakah wemotric uns hanya sekedar gengsi?

nb : tulisan ini terinspirasi karena diskusi dengan pak Tunggul soal pendapat salah satu dosen di salah satu fakultas tentang webometric.

Tags: ,

kurnia on February 3rd, 2009

IT Training Club (ITTC) dibuat sebagai sebuah gerakan untuk lebih memasyarakatkan IT di lingkungan UNS, terutama untuk mahasiswa. Keberadaan IT Training Club dimulai dari keprihatinan tentang masih kurangnya pemerataan pengetahuan IT di lingkungan UNS. Hal ini terlihat dengan masih minimnya pelatihan-pelatihan berbau IT yang ada di lingkungan UNS. Keberadaan PPTI sebagai Pusat Pelatihan Teknologi Informasi sendiri masih dirasa kurang untuk melakukan pemerataan IT yang ada di UNS. Hal ini dikarenakan masih terbatasnya tenaga yang ada di PPTI itu sendiri. Oleh karena itu muncul sebuah ide untuk membuat sebuah club yang terdiri dari para pemerhati IT dari kalangan dosen dan mahasiswa dalam sebuah wadah untuk melakukan sebuah gerakan sosialisasi IT berupa training di bawah naungan PPTI UNS.

Tujuan adanya ITTC
ITTC diharapkan dapat menjadi wadah pengembangan IT di lingkup UNS. Tujuan jangka panjang dari ITTC sendiri adalah sebagai cikal bakal pembentukan Tim UGOS UNS.

Apa yang akan dilakukan oleh ITTC
1. mengumpulkan para pemerhati (maniax) IT yang ada di lingkup UNS
2. mencetak trainer-trainer bidang IT di lingkungan UNS
3. mengadakan pelatihan-pelatihan IT di bawah bimbingan dari PPTI UNS
4. melakukan pemerataan pengetahuan IT di UNS
5. membuat club-club IT guna mengembangkan minat IT di UNS
6. membuat event-event IT bekerja sama dengan SAT Puskom UNS
7. membuat dokumentasi dan tutorial-tutorial IT
8. mengembangkan penerapan IT yang ada di UNS
9. membuat web student sebagai tempat berkumpulnya mahasiswa UNS dalam melakukan interaksi di dunia maya.

Konsep ini dikembangkan di awal tahun 2009 oleh segelintir mahasiswa UNS yang mayoritas adalah anak-anak UNS, SAT dan PPTI UNS. Alhamdulillah konsep ini mendapat respon yang baik dari Pak Tri, PPTI. Semoga dengan adanya ITTC ini dapat mengembangkan IT di UNS menuju UNS World Class University 🙂

Konsep detail dari gerakan ini bisa didownload di sini.
Web sementara ITTC saat ini bisa diakses di http://ittc.ormawa.uns.ac.id

Tags: ,

Skip to toolbar